REFRIGERANT HYDROCARBON RAMAH LINGKUNGAN, HEMAT LISTRIK

Pemanasan global yang mau tidak mau bukan hanya kita yang merasakan, tapi oleh masyarakat dunia. Salah satu penyumbang terbesar dari pemanasan global adalah dari refrigerant atau bahasa awamnya adalah Freon yang sebelumnya berjenis CFC yang juga lebih kenal dengan R22. Sehingga perwakilan masyarakat dunia berkumpul dan lahirlah perjanjian Montreal Potrocol yang menitik beratkan pada penghapusan produksi bahan kimia perusak ozon.
Dengan dasar tersebut maka produsen AC memproduksi unit yang menggunakan refrigerant ramah lingkungan, yang saat ini berubah menggunakan R32 dan R410a berjenis HFC. Meskipun HFC sudah bersifat ramah lingkungan akan tetapi masih mengandung unsur Clorin yang butuh waktu terurai diudara.
Berkiblat pada perjanjian Montreal Protocol membuat pemerintah Indonesia ambil bagian dalam krisis pemanasan global, sehingga mengeluarkan UU no 16 th 2016 tentang penghapusan produksi bahan kimia perusak ozon.
Dari dasar itulah PT. Pertamina melalui sub bidangnya menciptakan refrigerant yang ramah lingkungan. Di Indonesia, gas alam merupakan sumber daya alam yang melimpah sehingga pertamina membuat inovasi untuk melahirkan refrigerant berjenis Hidrocarbon yang dipatenkan dengan merk dagang Musicool. Ada dua jenis Musicool yaitu MC22/R290. 

Karena berjenis hidrocarbon (HC) sehingga berat jenis refrigerant tersebut lebih ringan dibanding dengan yang berjenis CFC(R22) ataupun HFC(R32 dan R410a) sehingga konsumsi listrik lebih rendah. Konsumsi daya listrik yang dibutuhkan untuk AC yang menggunakan refrigerant berjenis HC (hidrocarbon) lebih rendah 20% - 30% dibandingkan dengan AC yang menggunakan refrigerant CFC dan HFC.
Berikut ini tabel perbandingan antara CFC(R22), HFC(R32 dan R410a), dengan HC(MC22/R290)
ODP : Ozone Depletion Potential/Potensi kerusakan Ozone
GWP : Global Warning Potential/Potensi Pemanasan Global
Cooling Index : Angka Indeks Dingin
Flammability : Tingkat mudah terbakar

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa HC(Hidrocarbon) memiliki tingkat yang sangat rendah pada ODP dan GWP. PERTAMINA sebagai produsen MUSICOOL menyadari salah satu sifat yang tidak dapat dihindari yaitu Flammable/Mudah Terbakar maka PERTAMINA mengadakan berbagai pelatihan-pelatihan untuk Teknisi dalam menangani Refrigerant Hidrocarbon, baik dari segi K3, Instalasi, serta proses Retrofit/penggantian refrigerant




Demikian ulasan singkat tentang Refrigerant Hidrocarbon semoga bermanfaat dan bisa menjadi Refrigerant pengganti CFC dan HFC.

" BANGGA DENGAN PRODUK INDONESIA, JADI TUAN DI RUMAH SENDIRI "

Untuk info lebih lanjut ataupun penanganan penggantian refrigerant hidrocarbon untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan kami dari SAIL JAYA TEKNIK siap untuk support.

MEMBER OF APITU (ASOSIASI PRAKTISI PENDINGIN DAN TATA UDARA INDONESIA)

Office : GARDENIA CLUSTER BLOK P NO 24, GREEN HILL, SEKAR KURUNG, KEBOMAS, GRESIK 61124
Workshop : LAKARSANTRI 1A No. 22, LAKARSANTRI, SURABAYA
TLP/WA : 085732304410 / 081231665500








Komentar